Strategi Kemenag Cegah Perkawinan Anak, dari Regulasi hingga Bimbingan Remaja
Kemenag memperkuat pencegahan perkawinan anak melalui peran KUA, BRUS, edukasi remaja, penguatan regulasi, dan kolaborasi lintas sektor.
Baca Selengkapnya →Cegah Kawin Anak, Siswa MAN 1 Kota Bandung Kembangkan Edukasi Sebaya
Peer Educator MAN 1 Kota Bandung mengembangkan kampanye, ruang curhat, dan seminar untuk mencegah perkawinan anak melalui edukasi sebaya.
Baca Selengkapnya →Kemenag Bentuk 560 Siswa di 9 Provinsi, Siapkan Edukator Sebaya Cegah Pernikahan Anak
Kemenag membina 560 siswa melalui Peer Educator untuk mencegah pernikahan anak dan memperkuat edukasi sebaya di lingkungan sekolah dan remaja.
Baca Selengkapnya →Kemenag Edukasi 80 Siswa SMA Soal Kesehatan Reproduksi hingga Ketahanan Keluarga
Kemenag melatih 80 siswa menjadi Peer Educator untuk mengedukasi remaja tentang kesehatan reproduksi, hak anak, pencegahan pernikahan anak.
Baca Selengkapnya →Kemenag Ungkap Peran Strategis BRUS Cegah Kawin Anak dan Kenakalan Remaja
Kemenag menilai program BRUS penting untuk mencegah perkawinan anak sekaligus memperkuat pembinaan remaja sejak usia sekolah.
Baca Selengkapnya →Kemenko PMK Apresiasi BRUS Kemenag, Fasilitator Didorong Perluas Sinergi Cegah Kawin Anak
Pencegahan perkawinan anak membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah menegaskan peran strategis fasilitator BRUS dalam edukasi dan pendampingan remaja.
Baca Selengkapnya →Cegah Kawin Anak, Kemenag Bekali Duta Pendidik Sebaya dengan Keterampilan Konten Kreatif
Duta PELITA mendapat pelatihan strategi konten edukatif untuk memperkuat literasi remaja di media sosial, menjadi agen perubahan yang kreatif dan berdampak.
Baca Selengkapnya →Siap Cegah Kawin Anak, 90 Remaja dari 8 Provinsi jadi Duta Nasional Peer Educator
Sebanyak 90 siswa ditetapkan sebagai Duta Nasional PELITA 2025 untuk menguatkan edukasi sebaya dan mencegah perkawinan anak melalui pendekatan remaja ke remaja.
Baca Selengkapnya →