Lewat KUA ASRI, Kemenag Perkuat Budaya Kerja Bersih dan Ramah Masyarakat
Keluarga Sakinah, 09 Mei 2026, 10:22 WIB
Jakarta, Bimas Islam — Kementerian Agama terus memperkuat budaya kerja yang bersih, sehat, dan ramah masyarakat melalui Program KUA ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Program ini mendorong Kantor Urusan Agama (KUA) menghadirkan lingkungan layanan yang nyaman, tertata, dan humanis bagi masyarakat.
Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad mengatakan, KUA ASRI menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem layanan keagamaan yang tidak hanya tertib secara administrasi, tetapi juga nyaman dan dekat dengan masyarakat. Hal ini disampaikannya saat melakukan kunjungan rutin dan gerakan Jumat bersih di KUA Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (8/5/2026).
“Kita terus melanjutkan kegiatan KUA ASRI ini. Intinya adalah membangun KUA yang aman, sehat, resik, dan indah,” ujarnya.
Dikatakannya, program KUA ASRI merupakan bagian dari implementasi gerakan Indonesia ASRI yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada awal 2026. Program tersebut mendorong penguatan budaya hidup bersih, sehat, dan peduli lingkungan di berbagai sektor layanan publik, termasuk layanan keagamaan.
Menurut Abu, penguatan budaya kerja di KUA penting dilakukan karena KUA merupakan unit layanan negara yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, suasana kantor, pola komunikasi, hingga cara petugas menyambut masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kualitas pelayanan.
Ia menilai, masyarakat tidak hanya membutuhkan layanan yang cepat dan tertib, tetapi juga suasana yang nyaman dan pendekatan yang humanis. Karena itu, jajaran KUA didorong menghadirkan pelayanan yang ramah dan terbuka bagi masyarakat.
“Ketika ada masyarakat datang ke KUA, standar minimalnya adalah senyum, salam, sapa, lalu bertanya: apa yang bisa kami bantu? Hal-hal sederhana seperti ini sangat berarti bagi masyarakat,” katanya.
Abu menambahkan, budaya pelayanan yang baik harus dibangun menjadi kebiasaan sehari-hari. Menurutnya, masyarakat saat ini semakin kritis dan mudah memberikan penilaian terhadap kualitas layanan publik yang mereka terima.
Selain pelayanan, ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan kantor. Lingkungan kerja yang bersih dan tertata, kata dia, akan berpengaruh terhadap kenyamanan masyarakat saat mengakses layanan di KUA.
“Apa yang membuat kita nyaman, pasti membuat masyarakat juga nyaman. Karena itu, lingkungan kantor harus dijaga bersama agar tetap bersih, tertata, dan menyenangkan,” ungkapnya.
Ia juga mendorong KUA lebih aktif membangun komunikasi publik, termasuk melalui media sosial. Menurutnya, informasi mengenai layanan dan aktivitas KUA perlu disampaikan secara kreatif agar semakin mudah dijangkau masyarakat, khususnya generasi muda.
Sementara itu, Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ahmad Zayadi menjelaskan bahwa KUA ASRI merupakan bagian dari penguatan ekosistem layanan KUA secara menyeluruh, mulai dari aspek lingkungan hingga tata kelola pelayanan.
Menurutnya, konsep “aman” dalam program tersebut juga berkaitan dengan tanggung jawab KUA dalam menjaga dokumen negara yang memiliki implikasi hukum dan administrasi bagi masyarakat.
“Dokumen di KUA memiliki implikasi hukum dan administrasi yang luas. Karena itu, aspek aman menjadi bagian penting selain sehat, resik, dan indah,” ujarnya.
Zayadi menambahkan, KUA saat ini terus diarahkan menjadi pusat layanan keagamaan di tingkat kecamatan. Karena itu, penguatan budaya kerja dan pelayanan menjadi kebutuhan penting agar masyarakat merasakan langsung manfaat kehadiran KUA.
“Kami ingin masyarakat datang ke KUA bukan hanya karena kebutuhan administrasi, tetapi juga merasakan layanan yang nyaman, terbuka, dan dekat dengan kehidupan mereka,” pungkasnya.
Sumber:
https://bimasislam.kemenag.go.id/post/berita/lewat-kua-asri-kemenag-perkuat-budaya-kerja-bersih-dan-ramah-masyarakat
Komentar
Informasi Terkini
Kemenag Tata Layanan KUA Lebih Terukur dan Terstandar
Berbasis PMA 24/2024, Kemenag Susun Standar Layanan KUA agar Lebih Adaptif
KUA Green Building dan Solar Panel Jadi Bagian Transformasi Ekoteologi Kemenag
Modus Penipuan Daftar Nikah Catut Nama KUA, Kemenag Imbau Masyarakat Gunakan Kanal Resmi
