Di Tengah WFH, Program KUA ASRI Jaga Kualitas Layanan Publik Tetap Optimal
Keluarga Sakinah, 10 April 2026, 10:38 WIB
Jakarta, Bimas Islam — Kementerian Agama (Kemenag) terus menjaga kualitas pelayanan publik di tengah kebijakan Work from Home (WFH) melalui penguatan Program KUA ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Program ini bertujuan menghadirkan layanan yang nyaman, tertib, dan profesional bagi masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di KUA Grogol, Jakarta Barat, Jumat (10/4/2026).
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, mengatakan, program KUA ASRI merupakan bagian dari implementasi program nasional Indonesia ASRI yang diinisiasi Presiden dan wajib diterapkan hingga unit layanan paling bawah.
“Indonesia ASRI ini program Presiden. Kita terjemahkan menjadi KUA ASRI, Masjid ASRI, dan lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, Gerakan Indonesia ASRI bukan sekadar kegiatan kebersihan sesaat, tetapi upaya membangun budaya kerja berkelanjutan dengan menekankan prinsip aman, sehat, bersih, dan indah dalam tata kelola layanan publik.
“Karena ini arahan Presiden, maka menjadi kewajiban kita untuk melaksanakannya sampai ke unit paling bawah, termasuk KUA,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa kebijakan WFH tidak boleh menghambat pelayanan kepada masyarakat. Kondisi tersebut justru harus menjadi momentum untuk mendorong transformasi layanan.
“Pelayanan harus tetap berjalan. Ini saatnya kita bertransformasi,” tambahnya.
Abu Rokhmad menjelaskan, transformasi mencakup tiga aspek utama, yaitu kelembagaan, kinerja, dan pola pikir. Ia mengakui, perubahan pola pikir menjadi tantangan terbesar dalam meningkatkan kualitas layanan.
“Mindset adalah yang paling sulit. Kita tidak bisa lagi menggunakan pola kerja lama. Harus kreatif, aktif melakukan promosi, dan berani memasang target,” jelasnya.
Sebagai representasi Kementerian Agama di tingkat kecamatan, KUA didorong memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti tokoh agama, pemerintah kecamatan, serta unsur TNI dan Polri.
Di era digital, KUA juga dituntut lebih adaptif dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi dan publikasi layanan. “Jemaah di masjid mungkin terbatas, tetapi di media sosial bisa jauh lebih banyak. Maka konten harus aktif. Bahkan saat tidak ada kegiatan, membuat konten juga bagian dari pekerjaan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, KUA memiliki lebih dari 40 jenis layanan yang perlu disosialisasikan secara luas. Selain pencatatan pernikahan sebagai layanan utama, edukasi keluarga sakinah juga harus diperkuat.
Selain itu, peningkatan sarana dan prasarana dinilai penting untuk menunjang kenyamanan layanan. Pendekatan kepada generasi muda juga menjadi perhatian, seiring dengan dinamika tantangan yang semakin kompleks.
“Mindset harus dibuat muda, karena kita berhadapan dengan generasi muda. Promosi pernikahan juga penting, ini bagian dari sunnah yang perlu kita dorong,” tuturnya.
Di akhir kegiatan, Abu Rokhmad mengajak seluruh jajaran KUA di Indonesia untuk menyukseskan Program KUA ASRI guna menghadirkan layanan yang aman, sehat, bersih, dan indah, serta semakin berdampak bagi masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Adib, serta jajaran pejabat Kementerian Agama.
Sumber:
https://bimasislam.kemenag.go.id/post/berita/di-tengah-wfh-program-kua-asri-jaga-kualitas-layanan-publik-tetap-optimal
Komentar
Informasi Terkini
Menag Ingatkan Ancaman Sosial di Balik Perceraian Dini dan Lemahnya Ketahanan Keluarga
Perkuat Perlindungan Anak, Kemenag-Komnas PA Sinergi Bimbingan Pascanikah
Perkuat Regulasi, Kemenag Pastikan Layanan KUA Lebih Berdampak
Alissa Wahid Tegaskan Peran Strategis KUA Hadapi Dampak Isu Global
