BERITA

Program GEMAH KUA ASRI Tekankan Keamanan Dokumen Negara dan Kualitas Layanan

Keluarga Sakinah, 24 April 2026, 16:17 WIB

Program GEMAH KUA ASRI Perkuat Layanan dan Dokumen Negara

Tangerang Selatan, Bimas Islam — Kementerian Agama terus meningkatkan kualitas layanan publik melalui program GEMAH (Gerakan Jum'ah) KUA ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dilaksanakan di KUA Pamulang, Jumat (24/4/2026). Program ini menekankan pentingnya kebersihan sekaligus keamanan dokumen negara.

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi, mengungkapkannya pentingnya pengamanan dokumen negara di KUA. "Buku nikah punya kode dan nomor. Sekarang ada barcode, jadi mudah dilacak. Namun, karena itu pula, keamanan penyimpanannya harus benar-benar dijaga,” tegasnya.

Ia menambahkan, penguatan ekoteologi melalui KUA merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan publik yang berkelanjutan. Lingkungan yang tertata dinilai mampu menciptakan suasana layanan yang sehat, nyaman, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

“Yang kita bangun adalah kebiasaan. Dari hal sederhana, tetapi jika dilakukan secara konsisten, dampaknya akan dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan tersebut relevan dengan generasi muda yang semakin peduli terhadap isu lingkungan. Karena itu, KUA diharapkan tidak hanya menjadi pusat layanan administratif, tetapi juga memiliki nilai edukatif.

“Pendekatan seperti ini penting agar layanan keagamaan semakin dekat dan relevan dengan masyarakat, termasuk generasi muda,” katanya.

Zayadi menjelaskan, program GEMAH KUA ASRI tidak hanya berfokus pada kebersihan, tetapi mencakup empat aspek utama: keamanan, kesehatan, kebersihan, dan keindahan lingkungan kerja.

“Aman berarti KUA harus menjaga seluruh dokumen negara yang tersimpan di dalamnya. Sehat mencakup kondisi kantor, penghuninya, cara berpikirnya, hingga kondisi ekonominya. Resik artinya bersih secara fisik maupun integritas. Dan indah adalah wajah pelayanan yang mengundang kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa KUA menyimpan dokumen vital seperti buku nikah, arsip pernikahan, serta data digital dalam sistem SIMKAH sehingga perlindungannya harus menjadi prioritas.

Ahmad menambahkan, GEMAH KUA ASRI bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, melainkan gerakan yang menyentuh dimensi keamanan, kesehatan, kebersihan, dan keindahan secara menyeluruh.

Program ini terinspirasi dari pertemuan di Bogor beberapa bulan lalu yang melibatkan Presiden, para menteri, serta pejabat terkait untuk menginisiasi program Indonesia Asri. Semangat tersebut kemudian diadaptasi Kementerian Agama dalam penguatan layanan KUA di seluruh Indonesia.

Secara teknis, program ini dilaksanakan setiap Jumat pagi melalui kegiatan bersih-bersih lingkungan, evaluasi pelayanan, serta penguatan kebersamaan pegawai. Khusus di DKI Jakarta, kegiatan serupa telah berjalan setiap Rabu sehingga Jumat difokuskan pada ibadah dan penguatan spiritual.

Zayadi juga menekankan bahwa penataan lingkungan KUA bukan hanya soal estetika, tetapi bagian dari membangun kesadaran kolektif dalam pelayanan keagamaan.

“Ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi bagaimana nilai-nilai agama hadir dalam cara kita menjaga lingkungan dan melayani masyarakat,” katanya.

KUA Pamulang menjadi salah satu titik penguatan layanan menuju 2027 dan diharapkan menjadi contoh implementasi GEMAH KUA ASRI sebagai wajah baru layanan keagamaan yang profesional, humanis, dan berkelanjutan.

Sumber:
https://bimasislam.kemenag.go.id/post/berita/program-gemah-kua-asri-tekankan-keamanan-dokumen-negara-dan-kualitas-layanan

Komentar