Alissa Wahid Tegaskan Peran Strategis KUA Hadapi Dampak Isu Global
Keluarga Sakinah, 10 April 2026, 10:31 WIB
Yogyakarta, Bimas Islam — Penasihat Ahli Menteri Agama, Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, mengungkapkan pentingnya peran strategis Kantor Urusan Agama (KUA) dalam merespons berbagai tantangan global yang berdampak pada ketahanan keluarga. Hal itu disampaikannya dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator Jejaring Lokal KUA di Yogyakarta, Kamis (7/4/2026) malam.
Menurut Alissa, dinamika global seperti konflik geopolitik, ketidakpastian ekonomi, dan disrupsi sosial memengaruhi kualitas kehidupan keluarga di Indonesia. Dampaknya tidak hanya pada aspek ekonomi, tetapi juga pada relasi keluarga yang semakin rentan terhadap konflik.
“Ancaman terhadap keluarga hari ini sangat kompleks. Kita tidak hanya bicara soal perceraian, tetapi juga kualitas relasi yang menurun, kekerasan dalam rumah tangga, hingga dampak media sosial yang membuka konflik ke ruang publik,” ujarnya.
Ia menilai, dalam kondisi tersebut, negara harus hadir lebih dekat melalui institusi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. KUA, sebagai unit layanan keagamaan di tingkat kecamatan, memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam penguatan keluarga.
Alissa juga mengungkapkan masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tempat mencari bantuan saat menghadapi persoalan keluarga. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan layanan dan akses yang tersedia, terutama di wilayah desa dan pinggiran.
“Masalahnya bukan hanya banyaknya persoalan, tetapi warga sering tidak tahu harus ke mana. Di sinilah KUA harus hadir sebagai tempat yang bisa diakses, dipercaya, dan mampu memberi solusi,” katanya.
Ia menekankan perlunya penguatan peran KUA agar tidak hanya dipahami sebagai tempat pencatatan pernikahan, tetapi juga sebagai pusat layanan keluarga yang komprehensif. KUA diharapkan mampu menjangkau masyarakat melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor.
“Kalau kita bicara kualitas umat, maka kita bicara keluarga. Dan kalau kualitas umat menjadi perhatian, maka Kementerian Agama memiliki tanggung jawab besar di situ,” tegasnya.
Sementara itu, Kasubdit Bina Keluarga Sakinah Kementerian Agama RI, Zuhdi Rahmanto, menjelaskan bahwa Bimtek Fasilitator Jejaring Lokal KUA diikuti sekitar 100 peserta dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta. Peserta terdiri atas kepala KUA yang dipersiapkan sebagai fasilitator penguatan keluarga di tingkat lokal.
Ia menyampaikan, kegiatan bimtek berlangsung selama beberapa hari dengan metode pemaparan materi, diskusi interaktif, dan praktik lapangan. Salah satu agenda utama adalah visit study ke KUA Kapanewon Sewon dan KUA Kapanewon Depok untuk mempelajari praktik baik pengembangan jejaring lokal.
“Peserta tidak hanya menerima materi di kelas, tetapi juga melakukan pembelajaran langsung melalui kunjungan lapangan untuk menggali praktik baik jejaring lokal yang sudah berjalan,” ujarnya.
Selain itu, peserta dibekali instrumen pelaporan untuk melakukan observasi, wawancara, serta refleksi terhadap proses pembentukan jejaring, aktor yang terlibat, dan dampaknya bagi masyarakat.
“Melalui bimtek ini peserta diharapkan mampu menyusun rencana tindak lanjut di wilayah masing-masing, termasuk membangun kolaborasi dengan mitra lokal seperti pemerintah daerah, lembaga pendidikan, layanan kesehatan, dan organisasi kemasyarakatan,” tandasnya.
Sumber:
https://bimasislam.kemenag.go.id/post/berita/-alissa-wahid-tegaskan-peran-strategis-kua-hadapi-dampak-isu-global
Komentar
Informasi Terkini
Menag Ingatkan Ancaman Sosial di Balik Perceraian Dini dan Lemahnya Ketahanan Keluarga
Perkuat Perlindungan Anak, Kemenag-Komnas PA Sinergi Bimbingan Pascanikah
Perkuat Regulasi, Kemenag Pastikan Layanan KUA Lebih Berdampak
Alissa Wahid Tegaskan Peran Strategis KUA Hadapi Dampak Isu Global
