BERITA

Penghulu Pantai Cermin Menembus Banjir untuk Menikahkan Calon Pengantin

Keluarga Sakinah, 11 November 2025, 22:46 WIB

Penghulu KUA Pantai Cermin Menembus Banjir Demi Akad Nikah

Serdang Bedagai, Bimas Islam -- Penghulu pada Kantor Urusan Agama (KUA) Pantai Cermin, Muhammad Ratim, dan Penyuluh Agama Islam, Sahri harus menembus jalanan banjir demi menunaikan amanah, menikahkan calon pengantin di Dusun IV Desa Pantai Cermin Kiri.

Hal itu mereka berdua lakukan pada Jumat (28/11/2025), saat wilayahnya dilanda banjir. Kepada Humas, Ratim menceritakan, hujan mengguyur daerahnya dalam empat hari terakhir hingga banjir merendam hampir seluruh wilayah Desa Pantai Cermin Kiri. Genangan air bervariasi, mulai setinggi betis hingga mencapai pinggang orang dewasa di beberapa titik.

Kondisi ini tidak menjadi alasan bagi mereka berdua untuk menunda pelaksanaan akad nikah yang telah lama ditunggu-tunggu calon pengantin. Dengan sepeda motor, Ratim dan Sahri tetap berangkat ke lokasi akad nikah. Makin ke dalam mereka masuk ke desa, genangan air semakin tinggi. Sepeda motor yang mereka tumpangi sempat hampir mati beberapa kali.

Sejumlah warga lalu memberi saran agar mereka tidak melanjutkan perjalanan dengan sepeda motor karena arus semakin dalam dan berbahaya. Mereka menawarkan alternatif berupa becak motor. Sepeda motor Ratim dinaikkan ke becak motor, sementara Ratim duduk di kursi pengemudi becak. Sahri menjaga berkas-berkas akad nikah agar tidak terkena air.

Penghulu dan penyuluh agama ini melanjutkan perjalanan sambil dikawal beberapa warga. Becak motor itu perlahan berhasil melewati titik-titik banjir yang paling dalam. Baju boleh basah, namun berkas tetap kering dan aman.

Tiba di rumah calon pengantin, mereka disambut haru keluarga. Prosesi akad nikah berlangsung khidmat, menghadirkan kebahagiaan yang tak ternilai bagi kedua mempelai dan keluarga besar.

Kisah Muhammad Ratim dan Sahri menjadi pengingat bahwa pelayanan keagamaan bukan sekedar tugas administrasi, tetapi sebuah pengabdian yang mengedepankan hati, ketulusan, dan keberanian. Di tengah banjir yang merendam dusun, mereka tetap hadir sebagai sosok penuntun dalam momen paling penting dua insan yang hendak membangun rumah tangga. Dedikasi itu layak menjadi inspirasi bagi siapa pun yang mengemban amanah pelayanan publik.

Sumber:
https://bimasislam.kemenag.go.id/web/post/berita/penghulu-pantai-cermin-menembus-banjir-untuk-menikahkan-calon-pengantin

Komentar