Kemenag Latih Penghulu Keterampilan Bahasa Arab dan Inggris, Perkuat Layanan Inklusif
Keluarga Sakinah, 07 Desember 2025, 22:01 WIB
Sukabumi, Bimas Islam — Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama melatih 54 penghulu dalam keterampilan bahasa Arab dan Inggris untuk meningkatkan layanan perkawinan yang inklusif.
Pelatihan dikemas dalam kegiatan Short Course Peningkatan Kompetensi Jabatan Fungsional Penghulu dan Pembina Kepenghuluan yang digelar pada 4–6 Desember 2025 di Pesantren Al-Masthuriyah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Peserta berasal dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Mereka dibekali keterampilan penggunaan bahasa Arab dan Inggris, terutama untuk keperluan prosesi ijab kabul.
Kepala Subdirektorat Kepenghuluan, Afief Mundzir, mengatakan, kemampuan bahasa asing kini menjadi kebutuhan utama bagi penghulu. “Penghulu adalah wajah pelayanan Kementerian Agama. Ketika dihadapkan pada pasangan lintas negara atau keluarga yang menggunakan bahasa asing, penghulu harus mampu memimpin akad dengan fasih dan tepat secara syar’i,” ujar Afief, Kamis (4/12/2025).
Menurut Afief, dinamika sosial membuat penghulu semakin sering melayani pasangan dari latar belakang bahasa dan budaya yang beragam. “Indonesia menjadi tujuan banyak ekspatriat dan diaspora. Karena itu pelayanan kita harus adaptif,” katanya.
Ia menjelaskan, pelatihan ini memuat materi kosakata kunci, struktur kalimat, hingga simulasi praktik ijab kabul dalam bahasa Arab dan Inggris. “Penghulu bukan hanya mengucapkan lafaz ijab kabul, tetapi memastikan seluruh rangkaian berlangsung sah, jelas, dan dipahami kedua belah pihak,” tambahnya.
Afief berharap pelatihan ini meningkatkan profesionalitas penghulu dalam memberikan layanan perkawinan yang inklusif. “Melalui penguasaan bahasa Arab dan Inggris, penghulu dapat menjalankan tugas secara lebih percaya diri, responsif, dan sesuai standar pelayanan publik,” pungkasnya.
Selama pelatihan, para peserta mengikuti sesi interaktif, termasuk latihan pengucapan sighat akad nikah dan dialog sederhana yang biasa muncul dalam prosesi pernikahan. Selain keterampilan bahasa, peserta juga dibekali etika komunikasi lintas budaya.
Kementerian Agama menargetkan pelatihan serupa dapat diperluas ke berbagai daerah sebagai bagian dari penguatan mutu layanan kepenghuluan secara nasional.
Sumber:
https://bimasislam.kemenag.go.id/web/post/berita/kemenag-latih-penghulu-keterampilan-bahasa-arab-dan-inggris-perkuat-layanan-inklusif
Komentar
Informasi Terkini
Latih 100 Fasilitator Bimbingan Remaja, Kemenag Tekankan Penguatan Ketahanan Keluarga
Genjot Kompetensi Penghulu, Dirjen Bimas Islam Dorong Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi
Kemenag Gelar Lomba Video Tepuk Sakinah Berhadiah Jutaan Rupiah
Gerakan Indonesia Asri, Kemenag Mulai dari Lingkungan KUA
