Kisah Vicky, Pemuda yang Berikan Mahar Nikah Pohon Mangga kepada Pujaan Hati
Keluarga Sakinah, 02 April 2026, 09:43 WIB
Rembang, Bimas Islam -- Sepasang pengantin duduk di satu set meja kursi untuk mengikuti akad nikah dengan khidmat. Bukan akad nikah biasa, tapi karena ada yang berbeda di ijab kabul pernikahan Vicky dan Feronika.
Dipandu oleh Penghulu KUA Kaliori Ahmad Asmui, ijab kabul pun berlangsung: "Saya nikahkan dan saya kawinkan Saudara Vicky Rio Wimbi Utomo dan Feronika Parastuti binti Parmin dengan mas kawin uang sebesar Rp2.932.000 dan dua buah pohon mangga dibayar tunai." "Saya terima nikah dan kawinnya Feronika Parastuti binti Parmin dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."
Ya, seorang pemuda asal Pati Jawa Tengah, Vicky Rio Wimbi Utomo, memberikan mahar pernikahan berupa sepasang bibit pohon mangga.
Peristiwa ini terjadi pada momen pernikahannya dengan Feronika Parastuti di rumah mempelai wanita Desa Sambiyan, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang pada Minggu (29/3/2026) pagi. Lantas apa motif Vicky, seorang jurnalis media Lingkar Jateng ini memberikan bibit sepasang pohon mangga?
Kepala Kemenag Rembang, Moh. Mukson yang memiliki kedekatan personal dengan Vicky ini mengungkapkan, Vicky pernah berkonsultasi dengan Mukson terkait dengan rencana pernikahannya dengan pujaan hatinya yang berdomisili di Rembang. Tentu saja, akad nikah akan dilangsungkan di Rembang.
Kakankemenag lantas bercerita tentang program Ekoteologi Kemenag yang telah diterapkan oleh Kemenag Rembang melalui program MELATI (Madrasah Ekoteologi Lestarikan Alam dan Tingkatkan Iman). Ekoteologi ini telah dilaksanakan di madrasah dan KUA.
Merasa tertarik dengan program ini, Vicky lantas berencana untuk memberikan mahar pernikahan dengan pohon. Dan saat akad nikah, diserahkanlah mahar berupa uang dan sepasang bibit pohon mangga.
Menurut Vicky, bibit pohon ini merupakan simbol doa dan harapan khusus bagi perjalanan rumah tangga mereka yang baru dimulai.
"Kenapa saya memilih pohon mangga sebagai mahar? Karena bagi saya, pohon mangga adalah simbol harapan untuk saya bisa merawat tanaman sebagaimana saya bisa merawat istri dan keluarga saya nantinya. Pohon mangga ini nanti juga akan berbuah sebagaimana istri saya nanti melahirkan keturunan saya. Dan pohon mangga ini akan bermanfaat bagi masyarakat, sebagaimana keluarga saya nanti akan bermanfaat untuk masyarakat dan bangsa ini," kata Vicky.
Menurut Vicky pula, mahar pohon bukan sekadar pemberian, melainkan kehidupan yang wajib ia jaga dan rawat, sehingga memberikan keberkahan bagi semuanya.
Inspirasi Catin Lain Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, Moh. Mukson menyambut positif langkah Vicky dalam menerapkan Ekoteologi dalam pernikahan mereka. "Kami sangat mengapresiasi langkah mas Vicky ini , karena telah turut menjaga kelestarian alam, utamanya di Kabupaten Rembang," kata Mukson.
Mukson berharap, langkah Vicky ini bisa menjadi inspirasi bagi catin lainnya untuk melakukan hal yang sama.
Mukson mengatakan, Kemenag Rembang memang tengah menggencarkan program Ekoteologi MELATI di seluruh jajaran satuan kerja dan kepada masyarakat luas. "Program MELATI telah kami launching tahun lalu. Dan mendapat sambutan positif dari lapisan masyarakat. Di Beberapa KUA pun telah melaksanakan program Ekoteologi ini," kata Mukson. Sebagaimana diberitakan, KUA Kragan telah menerapkan Ekoteologi dengan mengajak catin untuk menanam bibit pohon dan menjadikannya sebagai mahar pernikahan. Sementara KUA Bulu telah menerapkan program Janur Melengkung (jaga Nusantara, Keluarga Peduli Lingkungan) dan telah dilakukan oleh puluhan pasang pengantin. Setiap catin diajakan untuk menanam pohon sebagai komitmen mereka untuk memasuki kehidupan baru.
"Seiring dengan waktu, harapannya seluruh KUA bisa mendorong para Catin untuk menyumbang bibit pohon atau menanam pohon saat melaksanakan akad nikah. Bisa sebagai mahar, bisa juga bukn sebgai mahar," ucap Mukson.
Sumber:
https://bimasislam.kemenag.go.id/post/berita/-kisah-vicky-pemuda-yang-berikan-mahar-nikah-pohon-mangga-kepada-pujaan-hati
Komentar
Informasi Terkini
Menag Ingatkan Ancaman Sosial di Balik Perceraian Dini dan Lemahnya Ketahanan Keluarga
Perkuat Perlindungan Anak, Kemenag-Komnas PA Sinergi Bimbingan Pascanikah
Perkuat Regulasi, Kemenag Pastikan Layanan KUA Lebih Berdampak
Alissa Wahid Tegaskan Peran Strategis KUA Hadapi Dampak Isu Global
