BERITA

KUA ASRI, Langkah Kemenag Perkuat Nilai Ekoteologi dalam Layanan Publik

Keluarga Sakinah, 17 April 2026, 15:40 WIB

KUA ASRI Dorong Ekoteologi dan Layanan Ramah Kemenag

Jakarta, Bimas Islam — Kementerian Agama terus memperkuat nilai ekoteologi dalam layanan publik melalui Gerakan KUA ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Upaya ini dilakukan melalui kunjungan rutin ke Kantor Urusan Agama (KUA) untuk memastikan praktik kepedulian lingkungan berjalan nyata.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, mengatakan, kehadiran langsung di KUA bertujuan memastikan nilai keagamaan, termasuk kepedulian terhadap lingkungan, tidak berhenti pada konsep, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, KUA ASRI merupakan bagian dari implementasi Program Indonesia ASRI yang digagas dan diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada Januari 2026. Program ini mendorong penguatan budaya hidup bersih, sehat, dan peduli lingkungan di berbagai sektor, termasuk layanan keagamaan.

“Melalui KUA ASRI, kita ingin menghadirkan nilai ekoteologi dalam praktik nyata, mulai dari lingkungan yang bersih hingga layanan yang memberi kenyamanan bagi masyarakat,” ujarnya saat meninjau KUA Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (18/4/2026).

Menurutnya, KUA memiliki posisi strategis sebagai ruang interaksi masyarakat dengan layanan keagamaan. Karena itu, KUA menjadi titik penting untuk membumikan kesadaran menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan.

Ia mengatakan, penataan lingkungan KUA yang bersih, sehat, dan tertata bukan sekadar aspek estetika, melainkan upaya membangun kesadaran kolektif. “Ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi bagaimana nilai-nilai agama hadir dalam cara kita menjaga lingkungan dan melayani masyarakat,” tegasnya.

Abu menambahkan, penguatan ekoteologi melalui KUA merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan publik yang berkelanjutan. Lingkungan yang tertata dinilai mampu menciptakan suasana layanan yang lebih sehat dan nyaman.

“Yang kita bangun adalah kebiasaan. Dari hal sederhana, tetapi jika dilakukan secara konsisten, dampaknya akan dirasakan masyarakat,” katanya.

Ia juga menilai pendekatan ini relevan dengan generasi muda yang semakin peduli terhadap isu lingkungan. KUA diharapkan tidak hanya memberikan layanan administratif, tetapi juga memiliki nilai edukatif. “Pendekatan seperti ini penting agar layanan keagamaan semakin dekat dan relevan dengan masyarakat, termasuk generasi muda,” ujarnya.

Sementara itu, warga bernama Faisal (27) mengaku merasakan perubahan saat mengurus layanan pernikahan di KUA. Menurutnya, lingkungan yang lebih bersih dan tertata membuat layanan menjadi lebih nyaman. "Sekarang KUA lebih rapi dan bersih, jadi lebih nyaman saat mengurus keperluan,” katanya.

Ia juga menilai pelayanan menjadi lebih cepat dan efisien dibandingkan sebelumnya. “Pelayanannya lebih cepat dan tidak terlalu antre, jadi lebih efisien,” tambahnya.

Meski demikian, Faisal menilai sosialisasi terkait layanan KUA masih perlu ditingkatkan. “Selama ini orang tahunya KUA hanya untuk urusan nikah. Padahal ada banyak layanan lain. Mungkin ke depan bisa lebih disosialisasikan lagi,” ujarnya.

Sumber:
https://bimasislam.kemenag.go.id/post/berita/kua-asri-langkah-kemenag-perkuat-nilai-ekoteologi-dalam-layanan-publik

Komentar