BERITA

Cegah Judi Online hingga Pergaulan Bebas, Kemenag Perkuat BRUS sebagai Layanan Pendampingan Remaja

Keluarga Sakinah, 06 Februari 2026, 19:16 WIB

Kemenag Perkuat BRUS Cegah Perilaku Berisiko Remaja

Jakarta, Bimas Islam — Kementerian Agama (Kemenag) memperkuat program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) sebagai layanan pendampingan yang adaptif, kontekstual, dan mudah diakses. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah perilaku berisiko di kalangan remaja usia sekolah, mulai dari merokok, konsumsi minuman keras, pergaulan bebas, hingga judi daring.

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag, Ahmad Zayadi, mengatakan, minimnya pendampingan dan proses edukasi menjadi faktor utama yang membuat remaja rentan terjerumus pada perilaku menyimpang, terutama judi daring yang kian masif.

“Tanpa bimbingan yang tepat, remaja sangat rentan terjerumus, terutama pada judi daring yang mengkhawatirkan karena minimnya pemahaman,” ujar Zayadi dalam Bimbingan Teknis Fasilitator BRUS di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Ia menjelaskan, BRUS tidak hanya menanamkan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga dirancang sebagai sarana penguatan karakter dan jati diri remaja Muslim yang moderat, berakhlak, serta memiliki wawasan kebangsaan keindonesiaan yang kuat. Pendekatan ini dilakukan agar remaja mampu memahami nilai agama secara utuh sekaligus menumbuhkan sikap cinta tanah air dan penghargaan terhadap keberagaman.

Menurut Zayadi, remaja berada pada fase pencarian jati diri yang membutuhkan pendampingan berkelanjutan. Karena itu, akses layanan BRUS harus dirancang sederhana, terstruktur, dan mudah dipahami agar dapat menjangkau lebih banyak remaja.

“Remaja usia sekolah hingga usia nikah membutuhkan perhatian lebih. Akses bimbingan harus dibuat mudah, terstruktur, dan berkelanjutan agar mereka mampu memahami tantangan yang dihadapi serta melakukan mitigasi sejak dini,” tegasnya.

Kemenag mengandalkan peran penyuluh agama dan penghulu sebagai ujung tombak pendampingan di lapangan. Keduanya diharapkan mampu menjadi teladan, memberikan penguatan, serta mendampingi remaja agar tumbuh sehat secara jasmani dan rohani, berkarakter kuat, serta memiliki daya saing.

Ia menambahkan, tantangan remaja saat ini tidak hanya bersifat personal, tetapi juga dipengaruhi tekanan psikologis, lingkungan pergaulan, dan kuatnya arus media sosial. Tanpa pendampingan yang memadai, remaja berpotensi mengambil keputusan berisiko yang berdampak pada masa depan.

“Kita hidup di dunia yang terus berubah. Tidak ada yang tetap selain perubahan itu sendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut, Zayadi menyebut bahwa keluarga tetap menjadi fondasi utama pembentukan karakter. Melalui BRUS, Kemenag berupaya memperkuat ketahanan keluarga dengan menghadirkan pendampingan aktif dan preventif bagi remaja.

“Jika keluarga tangguh, fondasi bangsa pun kokoh. BRUS menjadi sarana strategis Kemenag untuk memperkuat ketahanan keluarga melalui pendampingan oleh penyuluh agama dan penghulu,” pungkasnya.

Dengan penguatan peran fasilitator dan kemudahan akses layanan, Kemenag berharap BRUS mampu menjadi solusi konkret dalam melindungi remaja dari berbagai ancaman kenakalan serta membentuk generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan kehidupan.

Sumber:
https://bimasislam.kemenag.go.id/web/post/berita/cegah-judi-online-hingga-pergaulan-bebas-kemenag-perkuat-brus-sebagai-layanan-pendampingan-remaja

Komentar