Kemenag Latih 100 Fasilitator Jejaring Lokal di Yogyakarta, Fokus Kolaborasi Ketahanan Keluarga
Keluarga Sakinah, 08 April 2026, 09:48 WIB
Yogyakarta, Bimas Islam — Kementerian Agama (Kemenag) melatih 100 fasilitator jejaring lokal melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar di Yogyakarta, Selasa hingga Jumat (7–10/4/2026). Kegiatan ini difokuskan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung ketahanan keluarga melalui optimalisasi peran Kantor Urusan Agama (KUA).
Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kemenag, Lubenah Amir, mengatakan, keluarga merupakan fondasi utama kehidupan berbangsa. Karena itu, penguatan keluarga harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan melalui pendekatan yang lebih menyentuh aspek kesiapan dan kualitas relasi.
“Ketika kita berbicara tentang penguatan keluarga, sejatinya kita sedang berbicara tentang masa depan bangsa. Karena itu, bimbingan perkawinan tidak cukup dipahami sebagai proses administratif, tetapi harus mampu membekali kesiapan mental, spiritual, sosial, dan tanggung jawab,” ujarnya saat membuka kegiatan, Selasa (7/4).
Ia menjelaskan, saat ini, banyak persoalan keluarga berangkat dari lemahnya kesiapan pada fase awal pernikahan. Oleh karena itu, pendekatan layanan perlu bergeser dari administratif menjadi edukatif, preventif, dan berdampak jangka panjang.
Lubenah mengungkapkan, KUA harus mengambil peran lebih luas sebagai pusat layanan keagamaan yang tidak hanya mencatat peristiwa nikah, tetapi juga hadir memberikan pendampingan keluarga. Layanan yang diberikan diharapkan mampu menjawab persoalan riil masyarakat, bukan sekadar formalitas.
Ia juga menekankan bahwa persoalan keluarga bersifat multidimensi, sehingga tidak dapat ditangani secara sektoral. KUA diharapkan menjadi simpul koordinasi yang menghubungkan berbagai pihak, mulai dari penyuluh agama, penghulu, pemerintah daerah, layanan kesehatan, hingga perguruan tinggi dan organisasi kemasyarakatan.
“Keberhasilan program tidak diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi dari perubahan yang terjadi. Apakah pasangan menjadi lebih siap, lebih matang, dan lebih mampu mengelola kehidupan keluarganya,” tegasnya.
Sementara itu, Kasubdit Bina Keluarga Sakinah Kementerian Agama, Zudi Rahmanto, mengatakan, penguatan fasilitator jejaring lokal menjadi kunci dalam memastikan layanan keluarga benar-benar dirasakan masyarakat.
Ia menjelaskan, fasilitator tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai penggerak kolaborasi di tingkat lokal. Mereka diharapkan mampu membangun jejaring dengan berbagai pemangku kepentingan dan menghadirkan solusi berbasis kebutuhan wilayah.
“Fasilitator ini nanti akan menjadi penghubung antara program yang kita rancang dengan kebutuhan nyata di masyarakat. Jadi bukan hanya menyampaikan materi, tetapi memastikan program itu berjalan dan berdampak,” ujarnya.
Zudi menambahkan, salah satu penguatan yang diberikan dalam bimtek ini adalah literasi keuangan keluarga yang menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan rumah tangga, khususnya bagi pasangan muda.
Menurutnya, banyak persoalan keluarga berawal dari ketidaksiapan dalam mengelola keuangan. Karena itu, pendekatan literasi keuangan dikemas dalam kerangka penguatan relasi keluarga, seperti dalam program Sekolah Relasi Suami-Istri (SERASI).
Ia juga menekankan pentingnya perubahan cara pandang dalam menjalankan program. Kegiatan tidak lagi berorientasi pada jumlah aktivitas, tetapi harus mampu menghasilkan perubahan nyata di masyarakat.
Lebih lanjut, Zuhdi mendorong para peserta untuk memanfaatkan jejaring lokal yang ada, termasuk bekerja sama dengan pemerintah daerah, lembaga keuangan, hingga lembaga layanan keluarga lainnya untuk memperluas jangkauan program.
Ia berharap, setelah mengikuti bimtek, para fasilitator dapat segera melakukan langkah konkret di daerah masing-masing, mulai dari pemetaan potensi wilayah hingga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas.
“Yang kita harapkan bukan sekadar program berjalan, tetapi bagaimana masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya. Di situlah letak keberhasilan kita,” pungkasnya.
Sumber:
https://bimasislam.kemenag.go.id/post/berita/-kemenag-latih-100-fasilitator-jejaring-lokal-di-yogyakarta-fokus-kolaborasi-ketahanan-keluarga
Komentar
Informasi Terkini
Menag Ingatkan Ancaman Sosial di Balik Perceraian Dini dan Lemahnya Ketahanan Keluarga
Perkuat Perlindungan Anak, Kemenag-Komnas PA Sinergi Bimbingan Pascanikah
Perkuat Regulasi, Kemenag Pastikan Layanan KUA Lebih Berdampak
Alissa Wahid Tegaskan Peran Strategis KUA Hadapi Dampak Isu Global
