Kemenag Kenalkan Konsep Ketahanan Keluarga Berbasis Cinta, Apa Itu?
Keluarga Sakinah, 06 Mei 2026, 09:48 WIB
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama (Kemenag) mengenalkan konsep Ketahanan Keluarga Berbasis Cinta (KBC) sebagai pendekatan dalam memperkuat ketahanan keluarga di Indonesia. Konsep ini dirancang untuk membangun keluarga yang harmonis, tangguh, dan berdaya tahan melalui penguatan nilai, karakter, dan relasi antarkeluarga.
Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi, mengatakan, KBC menjadi salah satu strategi Kemenag dalam membangun keluarga yang tidak hanya kuat secara sosial, tetapi juga kokoh secara nilai.
“Ketahanan Keluarga Berbasis Cinta menjadi salah satu strategi penting dalam membangun keluarga yang harmonis dan berdaya tahan,” ujar Zayadi dalam kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di Surabaya, Selasa (5/5/2026).
Ia menjelaskan, konsep KBC mengadopsi Kurikulum Cinta yang diinisiasi Menteri Agama Nasaruddin Umar. Pendekatan ini menempatkan cinta sebagai landasan utama dalam membangun keluarga dan membentuk karakter anggotanya.
Menurut Zayadi, konsep tersebut dimulai dari Panca Cinta, yakni lima nilai dasar yang menjadi fondasi ketahanan keluarga. “KBC dimulai dari Panca Cinta yang menempatkan cinta sebagai poros nilai yang menyatukan spiritualitas, akal budi, dan kepedulian sosial,” ujarnya.
Zayadi menjelaskan, Panca Cinta diawali dengan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya sebagai nilai dasar dalam kehidupan seorang Muslim. Dari nilai itu, tumbuh cinta kepada ilmu, cinta tanah air, cinta kepada diri sendiri dan sesama, serta cinta lingkungan.
Ia menambahkan, nilai-nilai tersebut harus dibangun dengan menempatkan adab sebelum ilmu atau adab qabla al-ilmi agar moral menjadi dasar dalam setiap tindakan.
Menurut Zayadi, penerapan Panca Cinta akan membentuk karakter insan yang utuh. Karakter itu meliputi sikap humanis, nasionalis, penuh kasih, toleran, dan peduli lingkungan.
Karakter tersebut diharapkan tidak hanya tumbuh pada individu, tetapi juga menjadi budaya yang hidup di dalam keluarga dan diwariskan antargenerasi.
Zayadi mengatakan, keluarga yang dibangun di atas nilai Panca Cinta akan melahirkan ruang ideal dalam kehidupan rumah tangga. Ruang ideal itu ditandai dengan suasana yang nyaman, aman, ramah, menyenangkan, dan sejahtera.
“Lingkungan keluarga seperti ini diyakini mampu menjadi tempat terbaik bagi tumbuh kembang anggota keluarga, khususnya anak-anak,” katanya.
Ia menambahkan, ruang ideal dalam keluarga juga berperan mencegah berbagai persoalan sosial, mulai dari konflik rumah tangga hingga perceraian.
Zayadi menyebut, keluarga merupakan fondasi utama dalam pembangunan bangsa. Karena itu, penguatan ketahanan keluarga harus menjadi perhatian bersama. "Keluarga adalah tiang negara. Ketahanan keluarga harus menjadi perhatian serius kita semua,” tegasnya.
Ia mengatakan, Kemenag terus memperkuat kualitas keluarga Indonesia melalui berbagai program, seperti bimbingan perkawinan, pendampingan keluarga pascanikah, hingga penyiapan mediator profesional.
Menurut Zayadi, ketahanan keluarga akan tumbuh ketika nilai-nilai Panca Cinta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, keluarga dapat tumbuh menjadi ruang yang harmonis, kuat, dan tangguh.
Sumber:
https://bimasislam.kemenag.go.id/post/berita/kemenag-kenalkan-konsep-ketahanan-keluarga-berbasis-cinta-apa-itu
Komentar
Informasi Terkini
Kemenag Tata Layanan KUA Lebih Terukur dan Terstandar
Berbasis PMA 24/2024, Kemenag Susun Standar Layanan KUA agar Lebih Adaptif
KUA Green Building dan Solar Panel Jadi Bagian Transformasi Ekoteologi Kemenag
Modus Penipuan Daftar Nikah Catut Nama KUA, Kemenag Imbau Masyarakat Gunakan Kanal Resmi
