BERITA

Gerakan Semut di CFD, Cara Sederhana Kemenag Ajak Warga Peduli Lingkungan

Keluarga Sakinah, 26 April 2026, 11:38 WIB

Gerakan Semut KUA ASRI Ajak Warga Peduli Lingkungan

Jakarta, Bimas Islam — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama mengajak masyarakat peduli lingkungan melalui Gerakan Semut dalam kegiatan Gas Nikah dan Gemah KUA ASRI di kawasan Car Free Day (CFD) Kuningan, Jakarta, Minggu (26/4/2026). Melalui gerakan ini, masyarakat diajak memungut sampah sebagai bentuk kepedulian sederhana yang dapat memberi dampak nyata bagi lingkungan.

Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad mengatakan, Gerakan Semut merupakan langkah kecil yang diharapkan mampu membentuk kebiasaan kolektif menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami juga mengajak seluruh jajaran, khususnya di KUA, untuk meluangkan waktu setiap hari Jumat sekitar setengah jam hingga satu jam untuk membersihkan lingkungan kerja. Jika sudah terbiasa, bisa diperluas ke lingkungan sekitar seperti masjid dan musala,” ujarnya Minggu (26/4/2026).

Menurut Abu, Gerakan Semut bukan sekadar aksi pungut sampah, tetapi upaya membangun kesadaran bahwa perubahan besar dapat dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Ia menegaskan, persoalan sampah masih menjadi tantangan serius yang harus direspons bersama. Tanpa kepedulian kolektif, persoalan tersebut akan menjadi beban bagi generasi mendatang.

“Kalau kita tidak mulai dari sekarang, persoalan sampah akan menjadi beban bagi generasi yang akan datang. Karena itu, gerakan sederhana seperti ini perlu kita dorong bersama,” tegasnya.

Abu menjelaskan, Gerakan Semut merupakan bagian dari program Gemah KUA ASRI yang mendorong terciptanya lingkungan kerja dan sosial yang aman, sehat, resik, dan indah. Program ini juga sejalan dengan pendekatan ekoteologi yang menempatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari nilai keagamaan.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan peran KUA yang lebih luas kepada masyarakat. KUA, kata dia, tidak hanya berfungsi sebagai tempat layanan administrasi pernikahan, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial.

“Penghulu dan seluruh jajaran KUA tidak hanya hadir di kantor, tetapi juga turun langsung ke masyarakat, menjadi bagian dari gerakan menjaga lingkungan dan membangun kesadaran bersama,” ujarnya.

Abu menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Ia menilai keberhasilan gerakan seperti ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat.

“Mari kita mulai dari hal kecil, dari diri kita sendiri. Menjaga lingkungan berarti kita sedang menjaga masa depan kita bersama,” pungkasnya.

Sumber:
https://bimasislam.kemenag.go.id/post/berita/gerakan-semut-di-cfd-cara-sederhana-kemenag-ajak-warga-peduli-lingkungan

Komentar