BERITA

Gerakan Indonesia Asri, Kemenag Mulai dari Lingkungan KUA

Keluarga Sakinah, 20 Februari 2026, 22:24 WIB

Gerakan Indonesia Asri Dimulai dari KUA Pasar Minggu

Jakarta, Bimas Islam — Kementerian Agama mulai menerapkan Gerakan Indonesia Asri dari Kantor Urusan Agama (KUA). Langkah ini ditandai dengan kunjungan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, ke KUA Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (20/2/2026), sekaligus menggerakkan program Jumat Asri di satuan kerja tersebut.

Abu Rokhmad mengungkapkan, Gerakan Indonesia Asri merupakan arahan langsung Presiden yang harus dilaksanakan hingga unit layanan paling bawah. Gerakan ini menekankan prinsip aman, sehat, resik (bersih), dan indah dalam tata kelola lingkungan kerja serta pelayanan publik.

“Gerakan Indonesia Asri ini adalah perintah pimpinan. Karena yang menyampaikan Presiden, maka menjadi kewajiban kita untuk melaksanakannya sampai ke unit paling bawah, termasuk KUA,” ujarnya di Jakarta, Jumat (20/2/2026).

Ia mengungkapkan, implementasi gerakan tersebut di KUA tidak sebatas kerja bakti sesaat, melainkan membangun budaya kerja berkelanjutan. KUA sebagai garda terdepan layanan keagamaan, lanjutnya, harus menjadi contoh lingkungan yang tertib, bersih, dan nyaman bagi masyarakat.

Abu menekankan aspek keamanan, terutama dalam pengelolaan dokumen negara. Arsip dan buku nikah, baik yang kosong maupun yang telah terisi, harus dijaga secara serius karena memuat data penting dan memiliki implikasi hukum.

“Buku nikah itu dokumen negara. Jika sampai hilang atau disalahgunakan, dampaknya panjang. Karena itu, harus disimpan dengan sistem pengamanan yang benar, ditata arsipnya, serta dijaga dari risiko pencurian, kerusakan, atau bencana,” tegasnya.

Ia menambahkan, keamanan juga mencakup sarana pendukung, seperti perangkat teknologi informasi. Kunci ruangan, jendela, hingga peralatan kerja perlu diperiksa secara berkala guna mencegah hal yang tidak diinginkan.

Selain aspek aman, Abu menyoroti pentingnya prinsip sehat dan resik sebagai satu kesatuan. Menurutnya, lingkungan kerja yang bersih akan mendukung kesehatan pegawai dan meningkatkan kualitas layanan.

“Kebersihan itu bagian dari kesehatan. Jika kantor bersih, tertata, dan indah, masyarakat yang datang merasa nyaman. Pegawai pun bekerja lebih semangat,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, ia menginstruksikan pelaksanaan Jumat Asri di seluruh KUA. Kegiatan ini diisi dengan olahraga bersama dan kerja bakti selama satu hingga dua jam setiap Jumat pagi guna menjaga kebugaran sekaligus memperkuat kebersamaan.

“Tidak perlu instruktur khusus atau kegiatan mewah. Cukup olahraga bersama, lalu bersih-bersih kantor dan lingkungan sekitar. Yang penting rutin dan menjadi budaya,” ujarnya.

Ia menegaskan, gerakan ini tidak berhenti di KUA. Selain KUA dan lingkungannya, masjid, mushala, majelis taklim, hingga ruang publik seperti sungai dan pantai akan menjadi sasaran berikutnya. Kemenag ingin memastikan nilai aman, sehat, resik, dan indah menjadi gerakan bersama yang meluas ke ruang-ruang keagamaan dan sosial.

Abu juga mendorong KUA dan penyuluh agama untuk mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah. Pemilahan sampah rumah tangga dan pengolahan limbah sederhana dinilai sebagai kontribusi nyata Kemenag dalam mendukung gerakan nasional kebersihan lingkungan.

Ia berharap KUA Pasar Minggu menjadi titik awal gerakan yang dapat direplikasi secara nasional. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah pada Kantor Wilayah serta Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam pada Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan.

Sumber:
https://bimasislam.kemenag.go.id/web/post/berita/gerakan-indonesia-asri-kemenag-mulai-dari-lingkungan-kua

Komentar