Lewat Gemah KUA ASRI, Kemenag Jadikan CFD Ruang Edukasi Keluarga dan Kepedulian Lingkungan
Keluarga Sakinah, 26 April 2026, 11:32 WIB
Jakarta, Bimas Islam — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama kembali memanfaatkan momentum Car Free Day (CFD) sebagai ruang edukasi publik.
Melalui kegiatan Gas Nikah dan Gemah (Gerakan Jum'ah) KUA ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), Ditjen Bimas Islam menggabungkan edukasi keluarga sakinah, layanan pencatatan nikah, dan kampanye kepedulian lingkungan dalam satu rangkaian kegiatan interaktif di kawasan CFD Kuningan, Jakarta, Minggu (26/4/2026).
Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, mengajak seluruh jajaran KUA untuk menggerakkan program Gemah KUA ASRI secara konsisten. Menurutnya, kebiasaan menjaga kebersihan perlu dimulai dari lingkungan kerja, lalu diperluas ke ruang publik di sekitar masyarakat.
“Kami mengajak setiap hari Jumat untuk meluangkan waktu setengah jam sampai satu jam membersihkan lingkungan kerja. Jika sudah terbiasa, bisa dilanjutkan ke masjid, musala, dan lingkungan sekitar. Ini sumbangan kecil, tetapi berdampak besar, terutama dalam pengelolaan sampah,” ujar Abu Rokhmad.
Ia mengungkapkan, persoalan sampah merupakan tantangan bersama yang harus direspons secara kolektif. Karena itu, gerakan Gemah KUA ASRI yang terhubung dengan konsep ekoteologi dinilai penting untuk membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan juga bagian dari nilai keagamaan.
Selain mengangkat isu lingkungan, Abu juga mengulas peningkatan angka pencatatan nikah pada 2025. Ia menilai tren tersebut menunjukkan tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pencatatan pernikahan secara resmi.
“Kalau pencatatan pernikahan meningkat, itu artinya kita sedang mempromosikan sunah rasul sekaligus mendorong masyarakat untuk taat pada Undang-Undang Perkawinan,” tegasnya.
Abu juga mengingatkan bahwa layanan pencatatan nikah di KUA tidak dipungut biaya jika dilaksanakan di kantor KUA. Sementara, pelaksanaan akad nikah di luar kantor dikenai biaya sesuai ketentuan yang berlaku.
“Mari kita jaga lingkungan dan persiapkan masa depan yang lebih baik. Bagi yang sudah memenuhi syarat, jangan ragu datang ke KUA untuk menikah secara resmi,” katanya.
Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi, menjelaskan, kegiatan Gas Nikah dan Gemah KUA ASRI dirancang sebagai ruang edukasi yang terstruktur dan partisipatif. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berisi sosialisasi, tetapi juga dirancang agar masyarakat terlibat langsung dalam pengalaman edukatif.
“Kegiatan ini kami rancang dengan alur yang jelas, mulai dari panggung utama untuk membangun awareness, dilanjutkan senam bersama untuk mengumpulkan massa, kemudian gerakan semut sebagai aksi nyata, hingga tenda pelayanan sebagai pusat layanan KUA,” ujar Ahmad Zayadi.
Ia menjelaskan, setiap tahapan kegiatan disusun untuk mengarahkan masyarakat dari tahap mengetahui, memahami, hingga memanfaatkan layanan KUA. Panggung utama digunakan untuk menyampaikan pesan secara luas, sedangkan gerakan semut dan fun walk menjadi sarana keterlibatan langsung masyarakat dalam aksi peduli lingkungan.
Menurut Zayadi, Gas Nikah Corner menjadi titik utama pelayanan publik dalam kegiatan tersebut. Melalui layanan itu, masyarakat dapat memperoleh informasi teknis terkait pencatatan nikah, mulai dari syarat dan prosedur pernikahan hingga edukasi tentang pentingnya pencatatan nikah dan bimbingan perkawinan.
“Melalui Gas Nikah Corner, masyarakat bisa langsung berkonsultasi, memahami prosedur, sekaligus mendapatkan edukasi tentang risiko pernikahan yang tidak tercatat,” katanya.
Ia menambahkan, pendekatan edukasi juga dikemas secara interaktif melalui poster, kuis, dan komunikasi santai bersama penghulu. Kehadiran penghulu dengan Pakaian Dinas Penghulu di ruang publik juga menjadi strategi pendekatan yang lebih humanis agar masyarakat merasa dekat dan mudah berinteraksi.
Zayadi menyebut, integrasi Gas Nikah dan Gemah KUA ASRI menjadi inovasi penting dalam menyampaikan dua isu sekaligus, yakni ketertiban administrasi pernikahan dan kepedulian lingkungan. “Kami ingin masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga mengalami langsung, sehingga dari situ tumbuh kesadaran untuk mencatatkan pernikahan sekaligus menjaga lingkungan,” tutupnya.
Sumber:
https://bimasislam.kemenag.go.id/post/berita/lewat-gemah-kua-asri-kemenag-jadikan-cfd-ruang-edukasi-keluarga-dan-kepedulian-lingkungan-13
Komentar
Informasi Terkini
Kemenag Tata Layanan KUA Lebih Terukur dan Terstandar
Berbasis PMA 24/2024, Kemenag Susun Standar Layanan KUA agar Lebih Adaptif
KUA Green Building dan Solar Panel Jadi Bagian Transformasi Ekoteologi Kemenag
Modus Penipuan Daftar Nikah Catut Nama KUA, Kemenag Imbau Masyarakat Gunakan Kanal Resmi
