100 Fasilitator Jejaring Lokal Gali Strategi Penguatan Keluarga di KUA Sewon dan Depok
Keluarga Sakinah, 10 April 2026, 10:34 WIB
Yogyakarta, Bimas Islam — Sebanyak 100 peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator Jejaring Lokal KUA Tahun 2026 mengunjungi KUA Kapanewon Sewon dan KUA Kapanewon Depok. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran lapangan untuk menggali praktik baik pengembangan jejaring lokal dalam penguatan ketahanan keluarga di tingkat kecamatan.
Peserta dibagi ke dalam dua kelas dan mengunjungi lokasi berbeda untuk memperoleh pengalaman langsung. Dalam kunjungan tersebut, peserta melakukan observasi, wawancara, serta refleksi terhadap strategi, proses, dan dampak pembangunan jejaring lokal KUA.
Kepala KUA Kapanewon Sewon, Mustafied Amna, menyampaikan bahwa penguatan jejaring lokal menjadi kunci dalam memperluas jangkauan layanan keluarga. Ia menilai kolaborasi lintas sektor membuat program bimbingan keluarga lebih efektif dan berkelanjutan.
“Jejaring lokal ini kami bangun melalui kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari sekolah, perguruan tinggi, hingga komunitas masyarakat. Kami tidak bisa bekerja sendiri,” ujarnya dalam kegiatan study visit di Yogyakarta, Kamis (7/4/2026).
Ia menjelaskan, salah satu strategi yang dilakukan ialah menjalin kemitraan aktif dengan perguruan tinggi yang menawarkan kerja sama secara langsung. Bentuk kolaborasi tersebut meliputi keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan bimbingan keluarga serta dukungan fasilitas program.
Mustafied menambahkan, KUA Sewon rutin menyelenggarakan bimbingan perkawinan setiap bulan dengan jadwal tetap. Pola ini mendorong partisipasi masyarakat karena memberikan kepastian layanan dan kemudahan akses bagi calon peserta.
Selain itu, layanan bimbingan tidak hanya dilakukan di kantor KUA, tetapi juga menjangkau sekolah, pesantren, dan ruang publik. Pendekatan ini dinilai efektif untuk memperluas edukasi keluarga, termasuk bagi remaja usia sekolah dan calon pasangan usia nikah.
Ia juga menyebut, keberhasilan jejaring lokal didukung keterbukaan informasi dan publikasi kegiatan. Melalui media sosial, berbagai aktivitas KUA diketahui luas oleh masyarakat dan mitra potensial sehingga membuka peluang kerja sama baru.
Sementara itu, Kasubdit Bina Keluarga Sakinah Kementerian Agama RI, Zudi Rahmanto, mengatakan bahwa study visit ini dirancang untuk memberikan pembelajaran langsung dari praktik di lapangan.
Ia menjelaskan, peserta tidak hanya mengamati, tetapi juga menggunakan instrumen khusus untuk menggali latar belakang pembentukan jejaring, aktor yang terlibat, serta faktor keberhasilan dan tantangan yang dihadapi.
“Melalui kunjungan ini, peserta diharapkan mampu merumuskan langkah konkret untuk membangun jejaring lokal di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Zudi menambahkan, hasil kegiatan ini menjadi dasar penyusunan rekomendasi dan rencana tindak lanjut. Dengan demikian, penguatan layanan KUA tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut pada implementasi nyata di masyarakat.
Sumber:
https://bimasislam.kemenag.go.id/post/berita/-100-fasilitator-jejaring-lokal-gali-strategi-penguatan-keluarga-di-kua-sewon-dan-depok
Komentar
Informasi Terkini
Menag Ingatkan Ancaman Sosial di Balik Perceraian Dini dan Lemahnya Ketahanan Keluarga
Perkuat Perlindungan Anak, Kemenag-Komnas PA Sinergi Bimbingan Pascanikah
Perkuat Regulasi, Kemenag Pastikan Layanan KUA Lebih Berdampak
Alissa Wahid Tegaskan Peran Strategis KUA Hadapi Dampak Isu Global
