BERITA

Angka Perceraian Tinggi di Jawa Barat, Kemenag Genjot Program Bimbingan Keluarga

Keluarga Sakinah, 01 April 2026, 09:24 WIB

Angka Perceraian Jabar Tinggi, KUA Perkuat Pembinaan

Bogor, Bimas Islam — Kementerian Agama terus memperkuat program bimbingan dan pembinaan keluarga sebagai upaya merespons tingginya angka perceraian di Jawa Barat.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat, Dudu Rahman, mengungkapkan, angka perceraian di wilayahnya masih tergolong tinggi, mencapai lebih dari 98.903 kasus.

“Angka perceraian di Jawa Barat juga tergolong tinggi, mencapai lebih dari 98.903 kasus. Berbagai faktor menjadi penyebab, mulai dari persoalan ekonomi hingga konflik rumah tangga, dengan sekitar 40 persen gugatan diajukan oleh pihak istri,” ujarnya dalam kegiatan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI dalam rangka Pengawasan Revitalisasi KUA di KUA Ciawi, Bogor, Rabu (1/4/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius dan mendorong perlunya penguatan program pembinaan keluarga berbasis Kantor Urusan Agama (KUA).

Ia menyebut, KUA memiliki peran strategis sebagai ujung tombak layanan keagamaan di tingkat kecamatan, tidak hanya dalam pencatatan pernikahan, tetapi juga dalam pembinaan keluarga.

“Kita harus memperkuat pembinaan agar keluarga yang terbentuk benar-benar menjadi keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah,” lanjutnya.

Senada dengan itu, Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kementerian Agama, Ahmad Zayadi, mengungkapkan, penguatan peran KUA menjadi kunci dalam menjawab berbagai persoalan keluarga di masyarakat.

“Melalui KUA, berbagai layanan keagamaan maupun layanan keluarga dapat diakses masyarakat secara langsung. KUA juga menjadi simpul penting dalam penyampaian kebijakan pemerintah dengan pendekatan keagamaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, KUA saat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat pencatatan pernikahan, tetapi telah bertransformasi menjadi pusat layanan keagamaan dan keluarga yang lebih komprehensif.

Program yang terus didorong antara lain bimbingan perkawinan pranikah, pembinaan keluarga sakinah, serta layanan konsultasi dan mediasi keluarga di KUA.

Selain itu, peran penyuluh agama dan penghulu juga dioptimalkan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama terkait ketahanan keluarga dan penyelesaian konflik rumah tangga.

Melalui berbagai upaya tersebut, Kementerian Agama berharap kualitas kehidupan keluarga di masyarakat dapat meningkat, sekaligus menekan angka perceraian secara bertahap.

Sumber:
https://bimasislam.kemenag.go.id/post/berita/-angka-perceraian-tinggi-di-jawa-barat-kemenag-genjot-program-bimbingan-keluarga

Komentar