Dirjen Bimas Islam Resmi Buka Pembinaan Penghulu Jawa Barat, Dorong Penghulu Berintegritas, Profesional dan Berdampak
Keluarga Sakinah, 19 Juli 2026, 15:54 WIB
Sumedang, Bimas Islam -- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Abu Rokhmad secara resmi membuka kegiatan Pembinaan Penghulu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat yang dirangkaikan dengan Silaturahmi Akbar Penghulu Jawa Barat dan Milad ke-13 Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI), Kamis (16/7/2026), di Bumi Perkemahan Kiarapayung Sumedang.
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ahmad Zayadi, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat Dudu Rohman, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, Kepala Bagian Tata Usaha Muhammad Nur Rochmat Robi, Kepala Bidang Urais Kanwil Kemenag Jawa Barat Agus Sutisna, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Usep Saepudin Muhtar, Ketua Yayasan Odesa Indonesia Faiz Manshur, Ketua Umum Pimpinan Pusat APRI Madari, Ketua Pengurus Wilayah APRI Jawa Barat Toto Supriyanto, serta ratusan penghulu dari seluruh Jawa Barat.
Mengawali sambutannya, Dirjen Bimas Islam mengajak seluruh peserta menjadikan kegiatan pembinaan sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus mengisi kembali semangat pengabdian para penghulu.
"Silaturahmi Akbar Penghulu Jawa Barat ini diharapkan menghasilkan energi besar yang akan menambah semangat bapak dan ibu dalam melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, menjadi penghulu merupakan amanah mulia karena hadir pada salah satu fase paling penting dalam kehidupan masyarakat, yakni saat membangun sebuah keluarga melalui ikatan pernikahan.
"Penghulu hadir ketika dua orang manusia mengikat janji dan sebuah keluarga mulai dibangun. Karena itu tugas ini harus dijalankan sebagai bentuk pengabdian kepada agama, negara, dan masyarakat, bukan sekadar pekerjaan administratif," tegasnya.
Tingkatkan kompetensi Dirjen kemudian menyampaikan lima pesan penting kepada seluruh penghulu di Jawa Barat. Pertama, para penghulu diminta terus memahami kemuliaan tugasnya sebagai pelayan umat yang mengemban amanah besar dalam membangun ketahanan keluarga Indonesia.
Kedua, penghulu harus terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan beradaptasi. Ia mengingatkan agar para penghulu tidak terjebak dalam rutinitas pelayanan nikah yang berulang sehingga melupakan peningkatan kualitas diri. "Tuntutan masyarakat semakin tinggi. Penghulu harus terus belajar, memahami regulasi, meningkatkan kemampuan komunikasi, menguasai administrasi, hingga memanfaatkan teknologi dalam pelayanan," katanya.
Dirjen juga mengibaratkan penghulu sebagai sosok yang selalu menjadi pusat perhatian saat prosesi akad nikah berlangsung sehingga setiap ucapan dan tindakan harus benar serta sesuai dengan syariat dan ketentuan yang berlaku. Ketiga, ia menekankan pentingnya menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Dirjen menyampaikan kabar gembira bahwa mulai Juli 2026 pembayaran biaya transportasi penghulu akan diberikan secara penuh atau 100 persen.
Selain itu, pembayaran dukungan operasional (gaspro) penghulu pada tahun ini juga dipastikan terpenuhi hingga bulan Desember sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap peningkatan kesejahteraan penghulu.
"Ini bukti bahwa negara hadir bersama para penghulu. Karena itu saya berharap tidak ada lagi kompromi terhadap hal-hal yang bertentangan dengan regulasi. Jaga integritas dan berikan pelayanan yang bersih kepada masyarakat," pesannya.
Peduli lingkungan Keempat, Dirjen mengajak seluruh penghulu mendukung program prioritas Menteri Agama di bidang Ekoteologi melalui gerakan Pengantin Peduli Lingkungan (Pepeling). Menurutnya, penghulu dapat berperan aktif mengedukasi pasangan pengantin agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan, mulai dari penghijauan, pengelolaan sampah, hingga menjaga kebersihan sebagai bagian dari nilai-nilai keagamaan.
"Persoalan sampah dan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Saya berharap penghulu ikut hadir menjadi bagian dari solusi melalui pembinaan keluarga sakinah yang peduli terhadap lingkungan," ungkapnya.
Kelima, Dirjen meminta penghulu semakin dekat dengan masyarakat dan mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan keluarga. Ia berharap para penghulu tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga menjadi pembimbing, pendamping, sekaligus penggerak penguatan ketahanan keluarga di tengah masyarakat.
Menutup sambutannya, Dirjen Bimas Islam mengajak seluruh peserta menjadikan pembinaan tersebut sebagai momentum memperkuat profesionalisme, integritas, dan sinergi antar penghulu se-Jawa Barat.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Dirjen Bimas Islam secara resmi membuka Pembinaan Penghulu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat Tahun 2026, seraya berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan penghulu yang semakin profesional, berintegritas, responsif, serta memberikan pelayanan terbaik bagi umat dan bangsa.
Sumber:
https://bimasislam.kemenag.go.id/post/berita/dirjen-bimas-islam-resmi-buka-pembinaan-penghulu-jawa-barat-dorong-penghulu-berintegritas-profesional-dan-berdampak
Komentar
Informasi Terkini
Komisi VIII DPR Dorong Perluasan Sosialisasi Layanan KUA
Kemenag Resmikan Gedung SBSN KUA Bangsri di Jepara, Dorong Layanan Berdampak dan Mudah Diakses
Satu Kesalahan Bisa Berdampak Besar, Ini Pesan Kemenag untuk Penghulu
Dirjen Bimas Islam Resmi Buka Pembinaan Penghulu Jawa Barat, Dorong Penghulu Berintegritas, Profesional dan Berdampak
