Kemenag-BKKBN Jajaki Sinergi Cegah Stunting hingga Gerakan Ayah Teladan
Keluarga Sakinah, 04 Agustus 2026, 08:59 WIB
Jakarta, Bimas Islam — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama melakukan pertemuan dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Ruang Rapat Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Jakarta, Selasa (4/8/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi pencegahan stunting dari hulu melalui pendampingan calon pengantin serta pengembangan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) berbasis nilai-nilai keagamaan.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad menyambut baik inisiatif BKKBN dan menegaskan kesiapan Kementerian Agama untuk memperkuat kolaborasi dalam pembangunan keluarga Indonesia. Menurutnya, pencegahan stunting tidak cukup dilakukan saat anak telah lahir, tetapi harus dimulai sejak pasangan mempersiapkan pernikahan.
"Pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama. Kementerian Agama memiliki instrumen yang kuat melalui layanan bimbingan perkawinan, KUA, dan penyuluh agama untuk membangun kesadaran masyarakat sejak sebelum menikah," kata Abu.
Abu menjelaskan, pendampingan calon pengantin telah menjadi bagian penting dalam layanan KUA. Karena itu, usulan optimalisasi pemanfaatan aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Siap Hamil (ELSIMIL) akan dipelajari lebih lanjut agar dapat mendukung proses pendampingan yang selama ini telah berjalan tanpa menambah beban administrasi yang tidak diperlukan.
Ia juga menilai gagasan pemanfaatan materi Gerakan Ayah Teladan Indonesia dalam khutbah, ceramah, dan penyuluhan agama memiliki nilai strategis. Menurutnya, pesan-pesan keagamaan yang disampaikan melalui para penyuluh dan tokoh agama dapat menjadi media efektif untuk memperkuat peran ayah dalam membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan bertanggung jawab.
"Nilai-nilai keagamaan memiliki kekuatan besar dalam membentuk perilaku masyarakat. Karena itu, pesan tentang pentingnya peran ayah dalam pengasuhan keluarga dapat disampaikan melalui berbagai media dakwah dan penyuluhan keagamaan," ujarnya.
Abu menambahkan, pihaknya akan menindaklanjuti hasil audiensi tersebut melalui koordinasi lintas direktorat, khususnya Direktorat KUA dan Keluarga Sakinah serta Direktorat Penerangan Agama Islam. Langkah itu diperlukan agar setiap bentuk kolaborasi memiliki mekanisme pelaksanaan yang jelas dan selaras dengan tugas serta fungsi masing-masing.
Menurutnya, sinergi antar-kementerian menjadi kunci dalam menghadapi persoalan keluarga yang semakin kompleks. Karena itu, setiap program yang dikembangkan harus saling menguatkan dan berorientasi pada peningkatan kualitas keluarga Indonesia secara berkelanjutan.
"Hal ini sejalan dengan arah kebijakan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menempatkan penguatan ketahanan keluarga sebagai bagian penting dari pembangunan umat. Kolaborasi Kementerian Agama dan BKKBN diharapkan mampu menghadirkan layanan yang lebih terintegrasi dalam pencegahan stunting, penguatan peran orang tua, dan pembangunan keluarga berkualitas," tandasnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN Nopian Andusti mengatakan, BKKBN memandang Kementerian Agama sebagai mitra strategis dalam membangun keluarga berkualitas sejak sebelum pernikahan. Karena itu, pihaknya mengusulkan penguatan pendampingan calon pengantin melalui pemanfaatan aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Siap Hamil (ELSIMIL) di Kantor Wilayah Kementerian Agama, Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, Kantor Urusan Agama (KUA), hingga lembaga keagamaan.
"Kami berharap pendampingan calon pengantin melalui pemanfaatan aplikasi ELSIMIL dapat diperkuat di lingkungan Kementerian Agama, mulai dari Kanwil, Kankemenag Kabupaten/Kota, KUA, hingga lembaga keagamaan, sehingga setiap pasangan yang mendaftar nikah terdorong memanfaatkan layanan tersebut sebagai bagian dari ikhtiar pencegahan stunting sejak hulu," ujar Nopian.
Selain pendampingan calon pengantin, Nopian menjelaskan BKKBN juga menawarkan kolaborasi pemanfaatan materi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) berbasis enam agama sebagai bahan khutbah, ceramah, penyuluhan, dan media edukasi keagamaan lainnya. Menurutnya, pendekatan berbasis nilai agama diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan, pendampingan keluarga, dan pembentukan generasi yang sehat serta berkualitas.
Menurut Nopian, audiensi tersebut menjadi langkah awal menyelaraskan program BKKBN dengan penguatan layanan keagamaan yang selama ini dijalankan Kementerian Agama. Sinergi kedua lembaga diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi keluarga melalui jaringan KUA dan penyuluh agama yang tersebar di seluruh Indonesia.
Pertemuan itu turut dihadiri Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ahmad Zayadi, Direktur Penerangan Agama Islam Muchlis Hanafi, Kasubdit Keluarga Sakinah Jaja Zarkasyi, Kasubdit Penyuluh Jamaludin Marky, serta Kasubag Tata Usaha Direktorat KUA dan Keluarga Sakinah Rama Wahdiyan Syah. Dari pihak BKKBN hadir Direktur Bina Ketahanan Remaja Irma Ardiana, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Muhammad Rudini, Penata KKB Ahli Muda Anggi Osyka, dan staf administrasi BKKBN Nana Hadis.
Sumber:
https://bimasislam.kemenag.go.id/post/berita/kemenag-bkkbn-jajaki-sinergi-cegah-stunting-hingga-gerakan-ayah-teladan
Komentar
Informasi Terkini
Calon Pengantin Sakit, KUA Kutasari Layani Akad Nikah di Puskesmas
Wujudkan Ekoteologi, Dirjen Bimas Islam Pimpin Gotong Royong Bersama Kepala KUA se Kota Medan
Hadiri Nikah Massal di GBK, Ini Pesan Wamenag untuk Para Pengantin
Jejak Pernikahan Seabad Tersusun Rapi dalam Lembaran Aksara Jawa
