Program GEMAH KUA ASRI Tingkatkan Kenyamanan Layanan KUA Karawang Timur
Keluarga Sakinah, 23 Mei 2026, 18:27 WIB
Karawang, Bimas Islam — Kementerian Agama terus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui Program GEMAH (Gerakan Jum'ah) KUA ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Program ini menjadi upaya menghadirkan lingkungan KUA yang bersih, nyaman, dan tertata bagi masyarakat.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, mengatakan, KUA tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan administrasi keagamaan, tetapi juga harus menjadi ruang pelayanan publik yang memberi kenyamanan dan kesan positif.
Hal itu disampaikan Abu Rokhmad saat menghadiri kegiatan GEMAH KUA ASRI di KUA Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Jumat (22/5/2026).
“KUA harus menjadi pusat layanan keagamaan yang berkesan dan menyenangkan. Cita-cita kita bersama adalah setiap masyarakat yang datang ke KUA merasa nyaman, betah, dan puas terhadap layanan yang diberikan,” ujar Abu Rokhmad.
Menurutnya, pelayanan publik yang baik harus didukung lingkungan kantor yang bersih, sehat, tertata, dan ramah bagi masyarakat. Karena itu, melalui GEMAH KUA ASRI, Kementerian Agama mendorong seluruh KUA meningkatkan kualitas lingkungan pelayanan.
Abu Rokhmad menambahkan, program tersebut sejalan dengan program ekoteologi yang digagas Menteri Agama Nasaruddin Umar. Konsep ekoteologi menekankan pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari nilai keagamaan dan tanggung jawab spiritual umat beragama.
“Kebersihan, kenyamanan, dan kepedulian terhadap lingkungan juga bagian dari pengamalan nilai-nilai agama. Karena itu, KUA harus menjadi contoh lingkungan pelayanan yang sehat dan tertata,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan sarana dan prasarana penunjang pelayanan di KUA. Menurutnya, masih ada sejumlah KUA yang belum memiliki fasilitas memadai, seperti perangkat pengolah data, printer, dan jaringan internet.
“Kantor pelayanan harus dilengkapi fasilitas yang layak. Kita ingin masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat dan nyaman,” lanjutnya.
Dalam arahannya, Abu Rokhmad menekankan pentingnya budaya pelayanan yang humanis di lingkungan KUA. Ia menilai masyarakat harus mendapat sambutan yang ramah sejak pertama kali datang ke kantor pelayanan.
“Kita punya ajaran agama, punya Al-Qur’an dan hadis. Maka pelayanan di Kementerian Agama harus jauh lebih baik, lebih ramah, dan lebih membahagiakan masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, ia mengajak jajaran KUA untuk adaptif terhadap perkembangan zaman, terutama dalam melayani generasi muda yang kini menjadi mayoritas pengguna layanan KUA.
“Kantor KUA harus bersih, nyaman, bahkan Instagramable dan TikTokable agar masyarakat, khususnya anak muda, merasa senang saat datang,” ujarnya.
Abu Rokhmad juga mendorong hadirnya inovasi sederhana yang berdampak nyata bagi masyarakat, termasuk pemanfaatan media sosial untuk memperkuat publikasi layanan dan edukasi keagamaan.
“Kita ingin masyarakat benar-benar merasakan bahwa kehadiran KUA memberikan manfaat, mempermudah urusan mereka, dan menghadirkan pelayanan yang membahagiakan,” tandasnya.
Sumber:
https://bimasislam.kemenag.go.id/post/berita/program-gemah-kua-asri-tingkatkan-kenyamanan-layanan-kua-karawang-timur
Komentar
Informasi Terkini
Komisi VIII DPR Dorong Perluasan Sosialisasi Layanan KUA
Kemenag Resmikan Gedung SBSN KUA Bangsri di Jepara, Dorong Layanan Berdampak dan Mudah Diakses
Satu Kesalahan Bisa Berdampak Besar, Ini Pesan Kemenag untuk Penghulu
Dirjen Bimas Islam Resmi Buka Pembinaan Penghulu Jawa Barat, Dorong Penghulu Berintegritas, Profesional dan Berdampak
